Belajar Mengaji

•March 16, 2010 • 3 Comments

Sudah satu tahun ibu yang kami sayangi meninggal dunia. Tepatnya 7 Maret 2009 yang lalu. Hingga seumurku ini tentu banyak sekali kenangan yang tercipta, maklum saya termasuk anak yang beliau banggakan…hehee…. Dan itu juga yang menjadi kebanggaanku, disayang oleh orang tua dan menyayangi mereka.

Saya adalah anak ketujuh dari delapan bersaudara. Namun beliau sangat sayang sekali dengan saya. Pernah suatu hari beliau sangat marah dengan saya, yaitu waktu saya belajar mengaji dengan orang lain. Pada waktu itu saya merasa heran kenapa beliau begitu marah. Setelah saya sadari, beliau patut marah kepada saya. Kenapa? Karena ibuku itu adalah seorang guru mengaji di kompleks kami tinggal. Heeehee…dan yang mengajar saya pun terheran kenapa saya mau belajar mengaji dengannya yang hanya murid ibuku juga.

Waktu belajar mengaji dengan ibuku, saya merasa selalu saja ada yang salah. Itu mengapa saya mencoba mencari guru ngaji yang bisa “jalan terus” tanpa dipotong ketika membaca Quran. Dan itu benar-benar salah. Dalam membaca Al-Quran, yang salah dan benar harus jelas karena klo kita salah ucap saja bisa berubah arti…waah…waahh…gawat. Coba bayangkan kalo kita salah ucap, bisa-bisa bukan tunjukkan jalan yang benar tapi bisa juga berarti tunjukkan jalan-jalan orang yang tidak benar…kan benar-benar kacau tuh…

Akhirnya saya pun sadar dan kembali diajar oleh ibuku. Sungguh pengalaman hidup yang menyenangkan dapat hidup dengan seorang ibu yang bisa mengaji dengan benar.

Saya yakin, semua orangtua pasti ingin anak-anaknya bisa mengaji dan belajar agama Islam dengan benar. Dan itu semua berawal dari kedua orangtua. Jika kedua orangtuanya sudah mengenalkan dan mendekatkan kepada agama sejak kecil niscaya anaknya menjadi anak yang baik. Yakinlah dengan itu, selamat mengajarkan anaknya mengaji…

Kangen nge-blog

•March 16, 2010 • 2 Comments

hhhmmm….tidak terasa sudah lebih dari setahun saya meninggalkan dunia blog. Sibuk? Malas? tidak juga. saya lagi asyik saja bermain bersama inspirasi baru saya, yaitu Mirza.

Yaa, Mirza. Anak saya yang sudah berumur 1 tahunan ini memang sedang menunjukkan perkembangannya. Mulai dari tumbuh gigi, belajar berjalan, dan sekarang sedang asyik-asyiknya ngoceh yang saya sendiri pun tidak paham dengan ocehannya…haaahaa…sungguh lucu tingkah anak ini.

Kembali ke soal nge-blog. Dalam setahun ini, sebenarnya banyak sekali yang ingin saya tulis di blog ini, rasa sedih dan bahagia, serta inspirasi saya tadi.

Akhirnya, keinginan itu tidak bisa ditahan lagi. Saya mau nge-bloooooggg….

Menanti si Buah Hati

•October 26, 2008 • 4 Comments

Tak terasa sudah kandungan istriku memasuki bulan ke 9. Menurut dokter tinggal menunggu waktu saja karena istriku berniat melahirkan secara normal.

Continue reading ‘Menanti si Buah Hati’

Ketupat ooh…ketupat…

•September 10, 2008 • 5 Comments

Hari Sabtu lalu, saya berbuka puasa bersama keluarga di rumah orang tua. Acara berbuka puasa pada hari itu sangat senang sekali karena semua anggota keluarga kami pada hadir. Dan ibu ku juga tampak gembira dengan kumpulnya kedelapan anak-anaknya, menantunya, dan cucu-cucunya. Sepertinya rasa sakitnya hilang kalo keluarganya sudah pada kumpul. bukan begitu, bu?

Continue reading ‘Ketupat ooh…ketupat…’

Penyakit Hati

•August 25, 2008 • Leave a Comment

Seorang wali besar yang merasa dirinya begitu dekat dengan Tuhan,
Ibrahim Al Khowasi, pada suatu hari sedang melakukan safar, sebuah
perjalanan untuk mendalami makrifat dan hakikat. Ia telah
menempuh gunung demi gunung, hujan dan panas, sampai akhirnya ia
kehausan di tengah-tengah suatu padang yang tandus
Continue reading ‘Penyakit Hati’

Puasa Tingkat Ketiga

•August 25, 2008 • 1 Comment

Cobalah Anda amati perasaan, perilaku, dan kebiasaan Anda sehari-
hari. Tahukah Anda apa yang mengatur semua itu? Kalau Anda
merenungkannya dengan cermat, Anda akan menemukan bahwa keseluruhan
program mengenai diri kita berada di dalam kepala Anda. Inilah yang
disebut pikiran.

Continue reading ‘Puasa Tingkat Ketiga’

Tahukah Anda

•August 25, 2008 • 2 Comments

Toilet sudah mulai ada sejak 2500 sebelum masehi,

Tahun 69, masa Kekaisaran Otto, yang punya Toilet kena pajak

Tahun 1668 Polisi mewajibkan setiap rumah di Paris ada toiletnya

John Harrington menemukan ‘Water Closet’ tahun 1596

W.C umum pertama ada di paris tahun 1824

Tahun 1970 kotoran kloset dimanfaatkan menjadi listrik (biogas)

Tahun 1990-an kloset dilengkapi dengan sensor

(Gz-indocenter.com)